Senin, 13 Mei 2013

Demam Berdarah (Definisi, Penyebab, Gejala, Pengobatan serta Pencegahan)

Definisi Demam Berdarah

          Demam berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes.
         Virus Dengue adalah virus dari genus Flavivirus, Famili flavivirus. Gejala penyakit demam berdarah ini timbul setelah melewati masa inkubasi 3 - 5 hari sejak seseorang terkena virus dangue.

     Badan Kesehatan Dunia WHO dalam hal ini membagi fase demam berdarah dalam 3 fase yaitu fase demam tinggi (febris), fase kritis, dan fase penyembuhan (pemulihan). Berikut penjelasannya mengenai ketiga fase demam berdarah DBD tersebut :

  1. Fase Demam Tinggi (Febris). Pada fase demam berdarah yang pertama ini terjadi pada hari ke 1 - 3 dan ditandai dengan demam yang mendadak tinggi disertai sakit kepala, badan terasa ngilu dan nyeri, mual. Seringkali disertai dengan bintik merah di kulit yang tidak hilang saat kulit diregangkan. Pada beberapa kasus yang terjadi, bahkan ditemukan adanya nyeri tenggorokan, infeksi pada farings (tenggorokan) dan juga pada konjungtiva (selaput yang melindungi kornea mata), anoreksia (kehilangan nafsu makan), mual dan muntah.
  2. Fase Kritis. Pada fase kedua demam berdarah ini terjadi pada hari ke 4 - 5. Fase ini ditandai dengan demam yang mulai menurun disertai dengan penurunan kadar trombosit dalam darah dan fase ini seringkali mengecohkan karena seolah-olah demamnya turun dan penyakitnya sembuh. Namun inilah yang disebut Fase Kritis Demam Berdarah dan kemungkinan terjadinya Dengue Shock Sindrome DSS. Pada fase ini dapat terjadi pendarahan hidung, mulut, kulit pucat dan dingin, serta terjadi penurunan kesadaran.
  3. Fase Penyembuhan (Pemulihan). Pada fase ini terjadi pada hari ke 6 - 7. Dalam fase penyembuhan ini keadaan umum dari penderita mulai membaik. Keadaan umum penderita membaik, nafsu makan pulih kembali, hemodinamik (peredaran darah) stabil dan diuresis (frekuensi kencing) membaik dan akan kembali normal. Dan pada saat ini akan jauh lebih baik bila penderita diberikan gizi yang baik untuk meningkatkan keadaannya serta juga meningkat kadar daripada trombositnya.
Dalam dunia media kita juga mengenal akan tingkatan derajat demam berdarah. Berikut adalah tingkatan demam berdarah menurut WHO :
  1. DHF derajat I. Pada derajat pertama ini tanda yang kita temukan adalah diantaranya adanya tanda infeksi virus, dengan manifestasinya yang berupa perdarahan yang tampak hanya dengan Uji Torniquet positif.
  2. DHF derajat II. Pada derajat kedua ini makan tanda infeksi virus didapatkan dengan manifestasinya yang berupa adanya perdarahan spontan (mimisan, bintik-bintik merah)
  3. DHF derajat III. Pada derajat kedua ini seringkali disebut dengan fase pre syok, dengan tanda DHF grade II namun penderita mulai mengalami tanda syok ditandai dengan : kesadaran yang mulai menurun, tangan dan kaki dingin, nadi teraba cepat dan lemah, tekanan nadi masih terukur walaupun kecil.
  4. DHF derajat IV. Pada fase keempat dari demam berdarah dengue ini seringkali kita menyebutnya dengan fase syok (disebut juga dengue syok syndrome/DSS), penderita syok dalam dengan kesadaran sangat menurun hingga koma, tangan dan kaki dingin dan pucat, nadi sangat lemah sampai tidak teraba, tekanan nadi tidak dapat terukur.
Penyebab Demam Berdarah

       Penyebab demam berdarah yang utama adalah adanya virus dengue. Virus dengue ini dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan vektor pembawanya, yaitu jenis Aedes aegypti betina dan Aedes albopictus, dan Aedes aegypti merupakan vektor yang paling banyak ditemukan menyebabkan demam berdarah ini. Nyamuk ini dapat membawa virus dengue setelah menghisap darah orang yang telah terinfeksi virus tersebut. sesudah masa inkubasi virus didalam nyamuk selama 8-10 hari, maka nyamuk yang terinfeksi dapat menyalurkan virus dengue tersebut kepada manusia yang sehat yang digigitnya. Selain itu nyamuk betina juga dapat menularkan virus dengue tersebut lewat telurnya. Dan yang perlu diketahui ternyata tingkat resiko terjangkit penyakit demam berdarah akan meningkat pada seseorang yang memiliki antibodi terhadap virus dengue akibat infeksi pertama.  
Gejala-gejala Demam Berdarah

      Berikut ini merupakan tanda-tanda seseorang menderita Demam Berdarah Dengue (DHF) adalah jika didapatkan:
  1. Demam tinggi mendadak >38°C selama 2-7 hari
  2. Adanya manifestasi perdarahan spontan, seperti bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang jika ditekan (utamanya di daerah siku, pergelangan tangan dan kaki), mimisan, perdarahan gusi, perdarahan yang sulit dihentikan jika disuntik atau terluka
  3. Pembesaran organ hepar (hati) dan limpa
  4. syok
  5. Mual, muntah, nafsu makan minum berkurang
  6. Nyeri sendi, nyeri otot (pegal-pegal)
  7. Nyeri kepala, pusing
  8. Nyeri atau rasa panas di belakang bola mata
  9. Wajah kemerahan
  10. Nyeri perut
  11. Konstipasi (sulit buang air besar) atau diare
     Kriteria berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium darah:
  1. Adanya trombositopenia, yaitu jumlah trombosit < 150.000/mm³ (normalnya 150-450 ribu/mm³)
  2. Hemokonsentrasi, yaitu pengentalan darah akibat perembesan plasma (komponen darah cair non seluler), ditandai dengan nilai Hematokrit (Hct) yang meningkat 20% dari nilai normalnya.
Pengobatan Demam Berdarah

     Dalam mengobati kasus demam berdarah di rumah diharuskan penderita mengonsumsi makanan bergizi dan minum air yang banyak. Mengonsumsi air lebih banyak sangat dianjurkan karena air dapat mengatasi efek kebocoran plasma darah dan meningkatkan jumlah trombosit. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, penderita DBD dianjurkan untuk minum sesuai rumus berikut ini.
  1. Dewasa: 50 cc/kg BB/hari
  2. Anak: Untuk 10 kg BB pertama: 100cc/kg BB/ hari
    - Untuk 10 kg BB kedua: 50 cc/kg BB/ hari
    - Untuk 10 kg BB ketiga dan seterusnya: 20 cc/kg BB/hari
    Contoh: Anak fulan 8 tahun dengan BB 23 kg, berarti kebutuhan cairan perharinya adalah ((100×10) + (50×10) + (20×3))= 1560 cc
     Pengobatan lain yang dapat diberikan adalah kompres hangat dan penurun panas jika demam, vitamin penambah nafsu makan, antimuntah jika dibutuhkan. Perlu diingat juga bahwa penggunaan antibiotik tidak diperlukan pada kasus DHF murni (tanpa adanya infeksi bakterial). Jika ada diantara ukhti yang membawa pasien DHF berobat, dan kemudian mendapatkan resep antibiotik, bertanyalah pada dokter atau yang meresepkan tersebut apa kepentingannya, agar tidak terjadi pemborosan uang dan obat, dan membebani tubuh penderita.

Trombosit Bukanlah Hal Utama yang Diperhatikan Ketika Demam Berdarah
   
      Ketika terkena demam berdarah, biasanya kita fokus untuk meningkatkan trombosit pasien dengan memberi makanan atau minuman yang dapat meningkatkan trombosit. Padahal menurut dr. Fransisca Handy, SpA., IBCLC ., dokter spesialis anak dari RS Puri Indah , kunci kesembuhan demam berdarah bukanlah dari trombosit.

     “Sebenarnya, bukan trombosit yang menjadi perhatian utama saat demam berdarah, melainkan kadar hemoglobin dan kematokrit yang menjadi penentu,” ujarnya pada acara kerja bakti yang diadakan oleh Johnson Home Hygiene Products Indonesia di SD Islam Pondok Duta Depok.

      Pasalnya, trombosit yang rendah merupakan gejala yang banyak ditemukan pada penyakit-penyakit yang disebabkan infeksi. Sementara untuk demam berdarah, terjadi pengentalan darah yang menyebabkan keluarnya banyak cairan. Ketika cairan banyak yang telah keluar, lantas pembuluh darah akan mengalami radang yang membuatnya menjadi melebar dan sewaktu-waktu bisa menyebabkan kebocoran hingga menyebabkan kolaps.

      Fransisca menyebutkan, hal utama yang harus dilakukan ketika terserang demam berdarah adalah menambahkan cairan untuk menggantikan yang bocor.

      Demam berdarah, tambah Fransisca, memiliki spektrum klinis dari yang ringan hingga berat. Demam berdarah ringan biasanya mengakibatkan demam tinggi selama dua hingga tujuh hari disertai sakit pada kepala, mata, dan otot tulang. Sementara pada kasus yang lebih berat, dapat membuat pasien kejang-kejang, perdarahan saluran cerna, hingga mengakibatkan tinja kehitaman.

     Lalu bagaimana jika pasien sudah mengalami demam berdarah berat? “Jika sudah masuk yang berat, sebetulnya tidak banyak yang bisa diperbuat. Kita akan atasi gejala dan penyakitnya, tapi virusnya itu, kan, tidak ada obatnya,” tambah Fransisca. Oleh karena itu, pencegahan menjadi jalan terbaik untuk menghindari demam berdarah. Caranya, biasakan diri memelihara kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Pencegahan Demam Berdarah

     Demam berdarah (DHF) disebabkan oleh dengue virus melalui perantara nyamuk Aedes Agepty. Untuk mengatasi virus demam berdarah maka perantaranya pun harus dibasmi yaitu nyamuk itu sendiri. Pengendalian nyamuk dalam skala besar bukan hal yang mudah. Tetapi dengan diterapkannya pengendalian nyamuk Aedes aegypti bisa meminimalisir penyakit DBD dan gejalanya. Akan tetapi, ada hal-hal yang harus dilakukan untuk membantu mengurangi risiko di sekitar rumah. Nyamuk betina bertelur di air. Larva-larva dapat berkembang dalam wadah apa pun yang dapat menampung air selama kira-kira seminggu, misalnya ban bekas, kaleng bekas, botol, atau sisa-sisa tempurung kelapa. Menyingkirkan wadah-wadah semacam itu berarti melenyapkan tempat-tempat pembiakan nyamuk. Selain itu, disarankan agar ember atau perahu dijungkirkan. Menyingkirkan air yang tergenang pada talang air juga membantu.

     Jadi Ingat 3 M sesuai dengan Pesan Layanan Pusat Komunikasi Publik Setjend Depkes RI : yang dibagikan kepada warga dalam sebuah Brosur WASPADA DEMAM BERDARAH CEGAH DENGAN 3M PLUS! Berantas jentik dan hindari gigitan nyamuk Demam Berdarah dengan cara 3M Plus antara lain sebagai berikut :
  • Menguras tempat-tempat penampungan air bak mandi WC, tempayan, ember, vas bunga, dsb minimal seminggu sekali.
  • Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong dan drum.
  • Mengubur barang-barang bekas yang ada di sekitar atau di luar rumah yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, botol, plastik dan tempurung kelapa.
  • Menaburkan bubuk abate atau altosid 2-3 bulan sekali di tempat air yang sulit dikuras atau tempat sulit air.
  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
  • Cegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, memakai obat repelant, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi dsb.
Sumber :
- http://www.hasbihtc.com/2013/01/cara-efektif-mencegah-dan-mengobati.html
- http://prosmartkita.com/berita.php?id=wealth&b=terapi-demam-berdarah
- http://obat-tradisional.aparsuparjo.com/artikel-kesehatan/penyakit-demam-berdarah-dbd/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar